Selasa, 23 April 2013

Dilema "rokok" di Indonesia


Suatu malam saya melihat video dokumenter tentang fenomena rokok di Indonesia, video itu dibuat oleh orang amerika yang prihatin dengan peredaran rokok yang masih sangat subur di Indonesia.

nih video nya 

Video itu menggelitik hati kecil saya untuk menulis  artikel ini. Saya memang bukan perokok, jadi saya tidak tahu seberapa enak dan nikmatnya apabila kita menghisap satu batang rokok, dan saya juga tidak tahu bagaimana asamnya mulut ini jika sehari tidak menghisap satu batang rokok. yang saya tahu adalah seberapa baunya asap rokok yang keluar dari mulut para perokok dan seberapa mengganggunya asap itu bagi saya, tapi saya bukan siapa-siapa jadi tidak berhak untuk melarang orang di sekitar saya untuk merokok, meskipun itu sangat menggangu bagi saya.

Didalam Video itu saya baru tahu bahwa di awal tahun 2000 pemerintah telah menggodog undang-undang tentang kesehatan, dan di salah satu pasal kalo saya tidak salah pasal 113 ayat 2 mendadak hilang sehari sebelum ditandatangani oleh presiden, padahal pada waktu disahkan pada sidang paripurna pasal 113 masih lengkap dengan 3 ayat dan di ayat kedua yang hilang tersebut berbunyi seperti ini "zat adiktif sebagaimana dimaksud pada ayat satu meliputi tembakau, produk yang mengandung  tembakau padat, cairan, dan gas yang bersifat adiktif, yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan masyarakat disekelilingnya". Menurut ICW( indonesia corruption watch) bahwa hilangnya ayat tersebut akibat dari kerjasama antar pihak produsen rokok dengan para anggota dewan.


Mengatasi ketergantungan rokok di Indonesia memang bagaikan menyuruh cerry belle memakai pakaian yang tertutup, dalam artian bukan nya tidak mungkin tapi sangat sulit hahhaha. ketergantungan yang saya maksud tadi selain ketergantungan terhadap rokok itu sendiri ternyata jutaan rakyat indonesia juga menggantungkan hidup mereka terhadap industri rokok.


Dan tidak bisa di pungkiri lagi bahwa pendapatan cukai rokok merupakan salah satu pendapatan terbesar negara ini, bahkan dari tahun ketahun pendapatn cukai untuk rokok selalu meningkat.



Disisi lain kita ingin agar sebagian besar penduduk negara kita tercinta Indonesia agar sehat dan terhidar dari bahaya merokok, apa lagi sebagian besar target dari konsumen rokok adalah para anak muda, dimana mereka adalah harapan dan tumpuan bangsa, bagaimana mereka mau membangun bangsa ini dengan rencana-rencana indah mereka, jika dari kecil mereka sudah meracuni tubuh mereka sendiri?. sekarang kita adalah negara ke tiga konsumsi rokok terbesar didunia (http://www.poskotanews.com/2012/09/02/indonesia-juara-3-konsumsi-rokok/), apa kita perlu menunggu para pemuda kita loyo karena kangker paru-paru dan kita mencapai peringkat satu konsumsi rokok terbanyak dunia, baru kita melakukan pengaturan terhadap peredaran rokok?.

Saya memang tidak berhak melarang teman-teman saya untuk tidak merokok, tapi saya juga tidak tega untuk melihat teman-teman saya terbaring lemas dirumah sakit dengan kabel infus di tangan kanan nya dan selang oksigen menghisasi hidung nya. saya juga tidak berhak menasehati hidup orang lain, karena saya yakin saya akan di anggap gila dan sok suci, yang saya bisa lakukan adalah menulis apa yang saya tahu dan yang saya keluhkan kedalam sebuah artikelini.


kita pemuda harapan bangsa, harap orang tua kita, harapan pacar, istri, dan anak kita khelak serta harapan orang-orang yang kita sayangi lainnya. jadi jangan hancurkan tubuh kita yang berharga ini dengan sebuah tidakan yang tidak cukup berarga, agar kita bisa mewujudkan semua impian dan rencana indah kita dimasa depan. Mungkin umur memang ditangan tuhan, tapi bagaimana umur mau panjang kalo kita tidak bisa merawat tubuh kita sendiri?. cepat atau lambat kita akan mati, yang membedakan adalah kita mati karena apa? :D




Selasa, 16 April 2013

16 april setahun yang lalu

Hari ini ku teringat kejadian setahun yang lalu, dimana mawar putih tak dapat merubah perasaan seseorang, dimana tetesan kringat tak dapat menjadikan kebahagian, dan dimana coretan tinta di buku itu, tak dapat menjadikan kisah kita menjadi kisah cinta nan bahagia.

Tak sanggup diriku  membayangkan indah nya masa lalu, masa-masa dimana aku merasa dirimulah wanita satu-satunya di dalah hatiku , masa-masa dimana aku merasa kau bagaikan sebuah lukisan indah nan langka dan pantang bagi ku untuk tidak melihat mu walau hanya sekejap, masa-masa di mana logika dibutakan oleh cinta. Tapi masa itu kini sudah lewat, kini diriku tersadar bahwa cinta adalah rasa paling suci dan murni yang tuhan ciptakan, dan rasa itu hanya akan turun kepada sebuah pasangan yang tepat dan tanpa ada paksaaan atau tekanan diantara mereka berdua.

kini kau telah menemukan kehidupan mu, dan diriku juga telah menemukan kehidupan ku. Dihari ini ku hanya bisa berdoa teruntuk dirimu disana, semoga kau bahagia dalam kehidupan mu sekarang dan semoga kau selalu dalah lindungan sang maha pencipta.






teruntuk dirimu yang pernah mengisi hari-hariku 
selamat ulang tahun teletubies, cempluk, AFF :D






*NB: ini bukan tulisan galau -_-



Rabu, 10 April 2013

Perpisahan dan kesedihan

Didalam sebuah kehidupan perpisahan adalah hal yang pasti terjadi..., perpisahan disini bisa berartikan kematian atau perpisahan pada arti sebenarnya.
Perpisahan dan kesedihan bagaikan batman dan robin, syahrini dan bulu mata, eyang subur dan adi bing slamet(arti dari perumpamaan tadi "tidak dapat dipisahkan"). Di dalam sebuah perpisahan pasti terselip rasa sedih bercampur haru dan pilu, apa lagi bila kita berpisah dengan orang yang kita sayang. Tapi mau sampai kapan kita terjerembab dalam kesedihan?, bukan kah kita masih memiliki hidup yang harus kita lanjutkan?.
Mungkin rasa sedih itu pasti terjadi dalam sebuah perpisahan, bagaikan sebuah proses metamorfosis yang harus dilampaui sang ulat untuk berubah menjadi seekor kupu-kupu yang indah.
mungkin aku juga akan menangis jika orang yang ku sayang dan ku cinta pergi meninggalkan ku, tapi itu hanya sementara, selanjutnya aku akan melanjutkan hidupku dan membuat yang terbaik dalam hidupku, supaya suatu saat nanti bila aku dipertemukan lagi dengan orang yang aku sayang ada banyak cerita yang bisa aku ceritakan kepadanya.

Maaf kalau sok tau hehehe

Ada yang salah dengan negeriku ini

Baru-baru ini ada salah satu berita yang membuat hati saya tergelitik, yaitu berita tentang penyerbuan lapas cebongan, seleman, yogyakarta yang mengakibatkan empat narapidana tewas, dan ternyata oknum dibalik penyerbuan itu adalah para anggota kopasus. Modus dibalik penyerbuan lapas tersebut adalah  rasa solidaritas para pelaku terhadap teman (komandannya), dimana para korban adalah para preman tersangka penganiayaan  yang menewaskan  satu orang yaitu sertu santoso yang notabene adalah anggota kopasus kandang menjangan kartasura.
mungkin dari berita tersebut memang tidak ada hal yang terlalu aneh selain para oknum yang seharusnya menjaga kedamain NKRI tetapi malah bertindak kriminal.Tapi dampak dari berita dan tindakan para  oknum tersebut yang membuat hati saya sedikit miris, dimana para masyarakat yogyakarta ramai-ramai memasang s
panduk yang berisikan dukungan atas tindakan "pembunuhan" tersebut.
(cie bapak sepeda kuning  sok baca spanduk *salah fokus)

Mungkin itu semua dampak karena masyarakat yogyakarta sudah muak dengan semua tindakan premanisme yang ada di wilayah mereka, tapi apakah sebuah dukungan terhadap suatu tindakan pembunuhan adalah hal yang wajar?, apakah mereka lupa bahwa korban tersebut juga memiliki keluarga seperti kita ?. secara tidak langsung masyarakat di yogyakarta seakan-akan "menghalalkan" pembunuhan demi kebaikan, tetapi kebaikan seperti apa?, kebaikan yang membuat salah satu keluarga menangis histeris karena melihat anggota keluarganya terbujur kaku di dalam peti mati?. saya disini bukan pro terhadap premanisme, tapi saya cuman menyayangkan tindakan "aneh" masyarakat yang mendukung aksi pembunuhan tersebut. saya setuju atas pembasmian premanisme tapi bukan pembunuhan masal terhadap para preman, dan dari berita-berita tersebut saya merasa ada yang salah dengan negeriku tercinta ini.