Tukik, itulah aku mengibaratkan kami (aku dan juga para teman-teman seperjuangan ku selama kuliah) aku mengibaratkan mereka dengan "tukik" bukan tanpa alasan, tapi melainkan karena ada beberapa persamaan di antara kami dan para tukik, diantara nya adalah jika para tukik sebelum menjadi tukik dipertemukan dalam sebuah lubang yang hangat sebagai telur begitu juga kami di pertemukan dalam lubang yang hangat yaitu dunia perkuliahan dimana kami menjadi mahasiswa culun yang belum mengenal kejam nya dunia, jika para tukik selama menjadi telur harus melewati berbagai rintangan seperti cuaca yang tak menentu, para predator yang mencoba memakan sang telur, dan berbagai faktor lain nya. begitu juga kami selama menjadi mahasiswa harus melewati berbagai jenis rintangan dari mulai dosen killer, skripsi macet, sampai godaan dari indahnya dunia luar sana (main, clubbing, wanita dll).
http://langkahpeziarah.blogspot.com/2011/04/belajar-dari-hewan-penyu-sang-pemberani.html
jika
faktor-faktor penyebab kegagalan sang telur untuk menetas telah di
lewati maka sang telur akan menjadi tukik, tetapi menjadi tukik
bukanlah sebuah kebahagian yang hakiki
ada banyak rintangan yang harus mereka hadapi diluar sana untuk menjadi
seekor penyu , mereka harus mengarungi kejam nya lautan diluar sana, dan
juga menghadapi ganasnya para predator di luar sana. begitu juga kami
jika berbagai halangan untuk mencapai gelar sarjana telah kami lewati,
maka itu pertanda bahwa kami telah siap untuk menghadapi kejam nya dunia
kerja dan ganas nya persaingan dalam mencari pekerjaan karena menjadi
sarjana bukanlah kebahagiaan yang abadi itu hanyalah fatamorgana
ditengah panas nya gurun, karena masih banyak tantangan lain menunggu
kita di luar sana.
http://maslimpedia.blogspot.com/2013/03/pelepasan-51-ekor-tukik-di-pantai-panga.html
perlahan tetapi pasti para tukik keluar dari dalam hangat nya pasir menuju dunia yang sebenarnya, ada beberapa dari mereka yang masih berada di dalam pasir bukan karena mereka tak mau untuk melihat dunia tetapi karena mereka belum siap untuk menghadapi kejam nya dunia. selangkah demi selangkah para tukik pun mulai menuju lautan yang kejam, dimana mereka harus menghadapi cuaca yang tak menentu dan juga ganasnya sang predator, tetapi itu semua tak menciutkan tekat mereka untuk mengarungi lautan sembari ber evolusi menjadi penyu dan suatu saat sang penyu akan kembali lagi ke daratan bukan sebagai tukik kecil yang ringkih lagi melainkan sebagi penyu besar yang gagah, mereka kembali bukan untuk menyombongkan betapa besarnya tempurung mereka, melainkinkan untuk bertelur sembari mengenang kisah pilu mereka selammenjadi tukik.
begitu juga dengan kami, suatu saat nanti jika kami telah berhasil menghadapi dunia yang kejam ini. kuharap kita dapat berjumpa kembali bukan untuk menyombongkan berapa besar gaji kita dan seberapa tinggi jabatan kita, tetapi untuk berbagi ilmu dan kisah selama kita berpisah, sembari mengenang masa-masa indah dimana kita bersama.
begitu juga dengan kami, suatu saat nanti jika kami telah berhasil menghadapi dunia yang kejam ini. kuharap kita dapat berjumpa kembali bukan untuk menyombongkan berapa besar gaji kita dan seberapa tinggi jabatan kita, tetapi untuk berbagi ilmu dan kisah selama kita berpisah, sembari mengenang masa-masa indah dimana kita bersama.

