Kamis, 20 November 2014

Mahasiswa dan Idealisme mereka




http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2014/10/4.foto-demo-bbm-versi-media-asing-boy-point_2178569k4.jpg

Sudah tak bisa di pungkiri bahwa mahasiswa selalu identik dengan demo,  mereka menganggap bahwa demo adalah jalan satu-satunya untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi mereka. Dari pengalaman saya dulu sewaktu kuliah memang pada masa itu ialah masa yang berapi-api,  yang maunya menang sendiri walau salah tak peduliiii uwo uwooo darah mudaaa *malah nyanyi.

Demo memang merupakan salah satu cara penyampaian aspirasi mereka,  mungkin mereka ingin seperti para seniornya di tahun 98 yang tercatat sejarah, dimana ratusan ribu bahkan jutaan mahasiswa berbondong-bondong turun ke jalan melawan senapan dan pentungan dengan niat tulus dan ikhlas hanya semata-mata demi Indonesia yang lebih baik.  Tapi kini semua berbeda dimana niatan aksi (demo) mereka bukan lagi untuk Indonesia lebih baik melainkan karena diboncengi niatan-niatan tertentu mulai dari dibayar salah satu pihak, hanya untuk eksis,  hingga mandat dari sang senior. Bahkan tak khayal ada beberapa aksi (demo) yang mengangkat isu terkesan alakadarnya dan tidak masuk di akal. Di jaman saya kuliah dulu saya tak pernah dan tak mau untuk turun kejalan bukan karena saya tidak berani tapi karena niatan yang tidak sesuai.

Demo itu adalah jalan suci terakhir untuk menyampikan pendapat, bukan malah ajang sangar-sangaran dan eksistensi.  Dulu di tahun 98 para mahasiswa sebelum turun kejalan pada malam harinya melakukan rapat tentang teknis pada saat di lapangan, tetapi sekarang berbeda para mahasiwa sebelum demo dimalam harinya melakukan ritual khusus (mabuk),  mungkin mereka pikir dengan mabuk mereka jadi kuat dan percaya diri, eh bukan nya percaya diri malah bangun kesiangan dan batal demo hahahaha.

Disini saya bukan anti terhadap mahasiswa yang berdemo,  bahkan saya salut terhadap semangat dan daya juang kalian,  tetapi saya menyayangkan betapa bodohnya kalian yang berdemo dengan menodai niatan demo itu sendiri. Demo itu bukan ajang indonesian idol yang setelah nya menjadi eksis dan terkenal,  demo juga bukan ajang mencari pundi-pundi rupiah dengan menjual idealisme,  dan demo juga bukan ajang kepatuhan terhadap para senior.  Demo merupakan salah satu bentuk perlawanan.., dimana suara dan aspirasi kita dapat di dengar mereka di atas sana dan untuk menunjukan bahwa masih ada yang mengawasi kinerja mereka, untuk masalah eksis itu dampak bukan niatan dari demo itu sendiri.

Dimana idealisme mu nak?, sebagai penutup saya akan menuliskan sebuah puisi berjudul :

MAHASISWA?

Kau nodai keringat dan darah para seniormu... 
Kau gadaikan idealisme mu demi pundi-pundi rupiah...
Dan kau anggap Jihad ini sebagai ajang pamer... 
Duhai para MAHASISWA, teriak lah....  Teriaklah sekencang-kencang nya, berteriaklah tentang keadilan,  kemanusiaan dan tentang kerakyatan.  
Tapi  jangan kau lupakan ketuhanan dan persatuan dimana itu adalah pondasi terkuat untuk membangun negri ini.
HIDUP MAHASISWA...!!

Minggu, 26 Oktober 2014

Luluhnya Ego Sang Singa Tua

http://imgace.com/wp-content/uploads/2012/08/old-king1.jpg

Ini bukanlah kisah tentang Lion King atau cerita fabel lain nya,  ini adalah cerita tentang Ayah saya yang saya ibaratkan sebagi singa tua yang keras kepala.
Ceritanya berawal pada saat pertengahan tahun ini ayah saya divonis dokter menderita penyakit katarak, penyakit yang dirasa wajar bagi orang yang sudah tua dan memiliki penyakit gula seperti ayah saya.  Walaupun menderita katarak beliau beraktivitas seperti orang biasa walaupun tak selincah dulu karena terganjal oleh pandangan nya. Ada satu cerita tentang ayah saya yang membuat saya miris akan keadaan beliau.
Ceritanya seperti ini pada suatu malam saya terbangun dari tidur dan mendengar ada suara di Mushola kecil rumah kami dan ternyata suara itu adalah suara dari colokan kipas yang berusaha dimasukan oleh ayah saya namun tidak masuk-masuk dan akhirnya saya membantu beliau memasukan colokan kipas. Betapa mirisnya hati saya meliahat kejadian itu.

Ayah saya adalah ayah yang kolot dan keras kepala, sekali beliau berkata A maka akan selalu A.  Begitu juga dengan keputusan nya untuk tidak di oprasi,  beliau berpendapat bahwa oprasi katarak di usia senja adalah percumah, tapi untuk hal ini keras kepala beliau mendadak luntur setelah ayah mendengar bahwa kakak perempuan saya hamil.  Mendadak ayah saya mau untuk oprasi katarak namun tak semudah itu karena syarat oprasi katarak adalah gula darah tidak boleh lebih dari 180 dan sayang nya gula darah ayah saya selalu di atas 180 alhasil beliau melakukan segala upaya untuk menurukan gulanya, dari minum obat-obatan sampai minum air rebusan daun insulin yang terkenal pahit.  Saya sempat terkejut mengapa beliau begitu getol untuk melakukan oprasi, akhirnya kakak perempuan saya cerita bahwa ayah saya pernah sekali bilang di telpon bahwa beliau ingin melihat cucu pertamanya.  Haru bercampur senang mendengar cerita itu,  kelak akan ku ceritakan kisah ini kepada keponakan ku bahwa dia mampu merubah singa tua yang galak menjadi kucing tua yang penurut.

Jadi pingin cepet-cepet ngasih cucu ke orang tua nih hahahaha

Selasa, 02 September 2014

Urip Kuwi Sawang-Sinawang

(http://fotoku.org/wp-content/uploads/2012/12/IMG_2660-1500.jpg)

Beberapa hari yang lalu saya sempat kaget dengan celetukan dari teman kantor saya yang bilang bahwa "URIP KUWI SAWANG-SINAWANG" (hidup itu saling melihat). celetukan itu terjadi ketika para teman-teman kantor membayangkan dirinya sebagai seorang yang berpangkat tinggi dan berharta melimpah. dari kata-kata salah satu teman kantor saya, saya jadi berpikir bahwa omongan dia betul,  bahwa apa yang kita lihat enak belum tentu orang yang menjalaninya juga merasa seenak apa yang kita bayangkan, bahkan mungkin orang yang kita lihat enak  (hidupnya) berpikir bahwa kita lah yang enak (hidupnya). Setelah memahami dan menelaah kata-kata tersebut adalah kata-kata bermakna tinggi yang intinya mengajarkan kita untuk bersyukur dan bahwa tanpa disadari kata-kata tersebut mengingatkan kita bahwa elama ini kita telah kufur nikmat dan iri dengan orang lain.


Rabu, 18 Juni 2014

Surat terbuka untuk kedua calon presiden Indonesia Periode 2014/2019

 PERHATIAN TULISAN INI HANYA KOMEDI BELAKA, MAAF BILA ADA KESAMAAN KARAKTER DAN TEMPAT.


Yang terhormat kepada kedua calon presiden bapak Prabowo Subiyanto dan bapak Joko widodo, dengan ini saya ingin melayangkan surat terbuka untuk bapak-bapak sekalian karena hanya ini yang saya bisa lakukan, maaf apabila ada kesalahan pada tulisan saya yang kurang sopan ini, karena saya bukan penulis buku atau  seoarang wartawan, saya hanya pemuda jomblo dengan tampang pas-pasan namun diberkahi kharisma yang maksimal *Tsahhhhhhh

Duhai bapak Prabowo dan bapak Joko Widodo, saya disini menyayangkan tindakan bapak yang saling menyindir satu sama lain dalam sesi debat kandidat calon presiden kemarin. Saya juga agak risih mana kala bapak-bapak sekalian saling menabur janji manis yang terlalu muluk, saya bukan pesimis dengan janji-janji bapak, tapi saya mewakili para pemuda dan pemudi Indonesia merasa  janji-janji yang bapak berikan itu terlalu membutuhkan waktu yang lama untuk merealisasikan nya, saya hanya menginginkan sebuah program yang tepat bagi kesejahteraan para pemuda dan mungkin membutuhkan waktu yang sebentar untuk merealisasikan nya seperti berikut:
  1. K.I.S.S. ( Kartu Indonesia Single Sejahtera). Ini adalah dimana pemerintah mendata para pemuda yang masih single (seperti saya) dan setelah itu pemerintah akan mencarikan pasangan untuk mereka dengan kriteria yang sudah mereka tentukan, hal itu sekiranya akan membuat kami para pemuda lebih giat mencari uang sehingga dengan sendirinya kami akan sejahtera pak. *teori uuuooopooo.
  2. "One day, One FTV". Ini adalah program dimana pemerintah mendorong para sineas muda untuk menciptakan FTV terbaru hal ini bertujuan  untuk mencegah terciptanya penayangan pengulangan FTV di ke esokan hari. FTV adalah sesuatu yang penting bagi kami para pemuda, dimana di jaman sekarang hiburan semakin mahal dan hanya dengan FTV lah kita mampu terhibur dan dengan FTV lah kami mampu melupakan tugas-tugas kuliah, masalah dengan pacar dan juga dompet yang kosong. *semakin gilaaaa.
  3. Subsidi Pulsa Bagi Para Pemuda.  Pulsa sekarang menjadi kebutuhan yang sentral bagi para pemuda, oleh karena itu sekiranya perlu adanya subsidi pulsa bagi para pemuda pak, ya paling tidak seratus ribu sebulan gak papa pak.
  4. Hari Libur Nasional Kejutan. Program ini adalah program dimana pada hari yang mendadak presiden mengadakan konferensi pers dan mengumumkan bahwa besok libur, atau juga bisa diumumkan pada saay bapak menyampikan sebuah pidato kepresidenan, untuk secara teknisnya mungkin bisa di atur lah, intinya adalah bapak memberikan libur nasional mendadak di luar dari libur nasional yang sudah tercatat dalam kalender.
Itulah beberapa program yang ingin saya sampaikan kepada bapak-bapak sekalian, sekiranya bapak-bapak sekalian ingin mempertimbangkan nya (tapi kalau enggak sih gak papa pak, namanya juga komedi). mungkin sekian surat yang ingin saya sampaikan terhadap bapak-bapak sekalian, saya disini hanya menulis untuk meredakan susana menjelang pilpres yang panas.

Jumat, 30 Mei 2014

Dibalik Gemerlap nya PILPRES

Tulisan ini saya buat bukan semata karena momen pemilihan presiden yang  sudah dekat, tetapi karena saya prihatin dengan segelintir orang yang saking begitu antusiasnya dengan pemilihan presiden sampai-sampai mereka rela menyebarkan isu-isu "pahit" untuk salah satu pasangan yang mereka tidak dukung.

Disini saya tidak akan membahas tentang track record Jokowi Jk dan Prabowo Hatta yang sudah tidak diragukan lagi, tapi disini saya melihat dibalik kedua pasangan presiden dan wakil presiden tersebut (pendukung).

****

Seperti halnya piala dunia, pemilihan presiden di republik ini selalu ditunggu-tunggu tidak hanya ditunggu siapa pemenang nya, tapi juga ditunggu fitnah apa lagi yang disebar.

Dalam tulisan saya sebelum nya saya menganjurkan untuk menjadi pemilih yang cerdas, tetapi kenyataan nya menjadi pemilih yang cerdas saja tidak cukup, ternyata pada pemilihan presiden ini kita juga dituntut menjadi pemilih yang elegan, elegan disini bukan nya ke TPS memakai jas dan menggunakan gaun malam elegan di sini adalah dalam tindakam kita.

Saya sudah mulai jengkel dimana media sosial kita telah dipenuhi oleh isu-isu yang belum jelas kebenaran nya, namun isu itu jelas sekali menjatuhkan salah satu calon presiden. Tak hanya itu saja lucunya lagi banyak masyarakat di media sosial beramai-ramai menyebarkan isu tersebut.

Miris.., itu satu kata yang tepat untuk kondisi masyarakat saat ini  dimana mereka saling menebar fitnah dan bangga akan fitnah yang mereka lakukan.

Bagi saya kurang elok rasanya bila ajang lima tahunan yang merogoh kocek milyaran rupiah ini harus ternodai dengan fitnah-fitnah tak jelas, akan lebih elok jika mereka (para pendukung calon presiden dan wakil presiden) saling beradu visi misi mereka.

Saya kira masyarakat Indonesia sudah pintar untuk mencerna isu(fitnah) tak berbobot, tapi ternyata masih ada masyarakat Indonesia yang BODOH dengan menyebarkan isu  tak penting yang dimana dalam penulisan artikel yang mereka sebar terkadang tak ada data yang kongkrit dan terpercaya.

Pesan saya untuk para penyebar artikel-artikel bodoh di luar sana bertaubat lah..!!, jika kalian memang mengingingkan calon presiden yang kalian dukung menang caranya bukan dengan menyebar isu, tapi datang lah Ke TPS pada saat hari H dan coblos mereka, kalau pun itu masih belum cukup bagi kalian maka ikutlah menjadi tim sukses calon presiden yang kalian dukung, bukan hanya menebar fitnah di dunia maya..!!!

Sabtu, 03 Mei 2014

Ibu Rumah Tangga

http://limbahrumahbersih.files.wordpress.com/2013/02/ibu-rumah-tangga1.jpg 
Dulu saya berpikir bahwa menjadi ibu rumah tangga bukanlah sebuah pekerjaan, melainkan hanya aktivitas santai seorang ibu-ibu pemalas..!!, iya PEMALAS..!!. tapi itu dulu, lambat laun saya semakin sadar bahwa pekerjaan ibu rumah tangga itu sangat lah  berat, untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik tidak hanya di butuhkan fisik yang kuat tapi juga kesabaran yang "ekstra" besar, wawasan yang luas, jiwa yang besar dan welas asih. kenapa saya sebutkan syarat-syarat tersebut, itu karena menjadi ibu rumah tangga memiliki tugas dan tanggungjawab yang sangat dan amat besar dari mulai membersihkan rumah, masak, merawat anak, membantu anak mengerjakan PR, mencuci, mencuci anak yang mengerjakan PR, melayani suami, menggosok baju, mengajak main anak, mengajak main suami dan sebagai nya.

Mungkin sebagian dari kalian berpikir bahwa itu semua akan lebih mudah bila dibantu oleh asisten rumah tangga, tapi itu semua akan berbeda esensinya, saya bisa memaklumi bila mencuci, menggosok baju dan membersihkan rumah dibantu oleh asisten rumah tangga tapi saya tidak bisa memaklumi bila tugas untuk merawat anak dan suami (termasuk memasak) harus dibebankan oleh seorang asisten rumah tangga, karena bukan nya itu adalah Kewajiban seorang istri?. Kalian para kaum wanita bebas berbicara tentang emansipasi wanita dan kalian boleh mengekspresiakan nya, tapi jangan sampai kalian lupa dengan kewajiban dan kodrat kalian sebagai wanita.

saya tidak bisa membayangkan betapa repotnya menjadi seorang ibu rumah tangga, apalagi repotnya menjadi seorang ibu muda  yang bekerja kantoran, dengan potongan pendek ala BCL, badan aduhai, kaki tinggi semampai, kulit putih, apa lagi baunya wangi *arrrrrggggg*. fokus...!!!.
Untuk menjadi Seorang ibu rumah tangga yang "baik" tidak lah mudah, apa lagi menjadi seorang ibu  sekaligus seorang pekerja.

Untuk Jodoh ku di luar sana, aku tak ingin melarang mu melangkah ke dunia karir tapi yang aku ingin kan hanya kau tak lupa dengan kodrat dan kewajiban mu kelak.


*NB:
-tulisan yang di blok warna biru adalah hal yang sekiranya lucu, jadi diharapkan saudara/saudari menyumbankan senyuman, tawa  seikhlasnya di sela-sela kalimat tersebut.
-tulisan yang di blok merah adalah sedikit kata-kata bijak, jadi jangan di tertawakan.
-tulisan yang di blok hijau adalah harapan penulis, ITU JUGA JANGAN DI TERTAWAKAN..!!!

Tips Agar Tidak Bercerai

Baru-baru ini banyak terdengar kasus perceraian di kalangan artis mulai dari komedian sampai pemain sinetron. pada dasarnya menurut agama saya, perceraian itu tidak diharam kan "TETAPI" perceraian itu sangat dibenci ALLAH. 

Atas dasar rasa prihatin karena tingkat perceraian semakin tinggi, maka saya akan menulis "tips agar tidak becerai". yaitu :

1.
2.
3.
4.


GIMANA MAU NGASIH TIPS KALO NIKAH AJA BELUM...!!!. BORO-BORO NIKAH ORANG SAYA JUGA MASIH JOMBLO...!!!

----TAMAT----

Selasa, 29 April 2014

Jari-Jemari Penggiring Opini

Seperti pada tulisan saya sebelum nya "PESTA YANG DITUNGGU PUN TIBA" Bahwa di tahun ini negara kita tercinta Indonesia sedang mengadakan pesta demokrasi, tapi pesta demokrasi tahun ini terasa berbeda, bukan karena semakin sedikit parpol dibanding dengan lima tahun yang lalu tapi ditahun ini banyak sekali para parpol yang menggunakan jasa "jari-jemari bayaran" atau biasa kita sebut buzzer. Tak bisa di pungkiri bahwa di tahun ini, para pemuda dan dan orang tua tak lepas dari media sosial, dimana itu menjadi sasaran empuk bagi para parpol untuk mengiklankan diri mereka, tapi iklan disini bukan iklan yang terang-terangan mengatas namakan parpol tersebut melainkan mengatas namakan seseorang atau kelompok, yang bertugas seolah-olah parpol, caleg atau tokoh yang mereka iklankan memiliki kinerja yang baik dan pantas untuk dipilih, sehingga opini masyarakat secara tidak langsung tergiring dan percaya bahwa parpol, caleg atau tokoh tersebut memang pantas untuk di pilih.

http://segitiga.net/wp-content/uploads/2013/04/keyboard-typing.jpg


sebelum kita bahas lebih lanjut, sebaiknya kita mengetahui apa itu buzzer?. buzzer identik dengan twitter, dimana mereka bertugas sebagai "pengiklan" bisa untuk mengiklan kan produk, acara tv, tokoh masyarakat, sampai parpol. cara mengiklankan mereka juga cukup unik, mereka seolah-olah menjadi orang biasa yang memberikan fakta-fakta bahwa yang mereka iklankan memang bagus, sehingga seperti yang saya tulis tadi "opini masyarakat secara tidak langsung tergiring untuk meng amini apa kata si buzzer", tentu saja untuk "mengiklankan" itu tak gratis ada bayaran untuk stiap tweet/tulisan yang mereka keluarkan. Untuk menjadi seorang buzzer bukan tanpa syarat mereka harus memiliki salah satu syarat, di antaranya adalah  anda harus memunyai followers yang banyak. sehingga apa yang anda kicaukan di media sosial tidak sia-sia, anda juga harus mengerti seluk beluk produk yang akan anda iklankan (terutama keunggulan nya) jangan sampai andan mengiklankan apa yang anda tidak tau. Selain buzzer di media sosial, sekarang juga marak blogger yang sengaja di bayar untuk menulis semua fakta bagus tentang seseorang atau tokoh, atau juga fakta-fakta jelek tentang "lawan" sehingga sekali lagi merka menggiring opini kita. salah satu tokoh yang mengiyakan bahwan beliau menggunakan buzzer adalah bapak gita wiryawan Nih linknya.

Di pemilu tahun ini saya sedikit jengkel dengan beberapa orang media sosial dimana para "selebtwit" yang mendadak menjadi buzzer, mereka yang dahulu tidak pernah berbicara politik kini latah berbicara politik, tak hanya itu saja mereka juga mengusung salah satu nama parpol/calon presiden. yang mereka ekspose hanya sisi positifnya sehingga kita lupa bahwa parpol/calon presiden itu juga memiliki sisi negatif yang mereka tutupi dengan tweet-tweet busuk. bahkan untuk memperlancar "pengiklanan" mereka tak canggung untuk mengungkap fakta-fakta negatif yang belum tentu kebenaran nya dari pihak lawan.

seperti yang saya katakan pada tulisan "PESTA YANG DITUNGGU PUN TIBA" bahwa tugas terberat dalam pemilu ini bukan berada di KPU, caleg, parpol, atau Capres. melainkan di kita sendiri sang "juru coblos", dimana kita di tuntut harus lebih cerdas dalam memilih jangan sampai kita memilih kucing dalam karung, katak dalam tempurung, gunting dalam lipatan, cabe dalam tahu* kok malah jadi mirip si olga -___- 

Intinya jadilah pemilih yang cerdas, jangan hanya dengan satu artikel atau dengan beberapa tweet dari para "selebtweet" idola mu jadi opinimu tergiring dan mengabaikan fakta-fakta lain nya, carilah info baik dan buruk nya calon presiden atau parpol yang akan kamu pilih mana yang dapat mewakili dirimu, setelah kamu benar-benar mantap pada saat nya coblos lah mereka dengan yakin dan mantap.

"Ini bukan sekedar pemilu, tapi ini tentang harapan rakyat Indonesia lima tahun kedepan, jangan sampai lima tahun kedepan kita semakin terjebak dalam jurang kegelapan"

http://assets.kompasiana.com/statics/files/2014/02/13932844702096129309.jpg

Ini ada tambahan info tentang hasil buzzer para parpol  ditahun 2013 NYOH

Rabu, 19 Maret 2014

Pesta yang ditunggu pun tiba


Pertengahan tahun ini negaraku tercinta Indonesia akan mengadakan pesta besar-besaran, bukan pesta sunatan masal kelas internasional atau pernikahan masal antara dua alam. Pesta yang saya maksud disini adalah pesta demokrasi, dimana kita rakyat-rakyat Indonesia ini akan di persilahkan dengan hormat untuk memilih memilih pimpinan tertinggi di republik ini dan di persilahkan memilih calon wakil kita di DPR. suatu kehormatan bagi kita rakyat biasa ini, dimana pada bulan-bulan dan tahun-tahun biasa (tidak tahun pemilu) suara kita tidak didengarkan oleh para wakil rakyat, tapi di tahun ini suara kita sangat di butuhkan oleh mereka, bukan hanya untuk menjadikan mereka sebagai wakil kita tetapi juga untuk menyikut saingan mereka.

Ini adalah tahun kita, tahun dimana suara kita terdengar merdu bagi mereka, sehingga mereka berlomba-lomba memperebutkan kita. tahun ini juga tahun dimana topeng-topeng kemunafikan beredar di mana-mana dan harum nya janji-janji palsu mulai tercium dari awal tahun ini. Tahun ini kita juga dituntut sebagai pemilih yang CERDAS, bukan memilih karena uang atau hanya dari popularitas semata, jangan seperti memilih kucing dalam karung salah-salah bukan kucing yang di dapat tapi malah tikus. sebenarnya di tahun ini tugas berat bukan pada para caleg atau capres, tapi pada kita masyarakat biasa dimana kita harus berhati-hati memilih agar kita tak salah pilih supaya negara tercinta kita Indonesia menjadi lebih baik kedepan nya.

Mari kita meriahkan pesta demokrasi ini, memeriahkan disini bukan berarti kita ikut konvoi menggungakan truk atau bis, memeriahkan disini dengan cara kita ikut serta dalam pemilu dan ingat pilihlah calon wakil mu dengan cara yang cerdas!!!

Jumat, 17 Januari 2014

kisah para tukik

Tukik, itulah aku mengibaratkan kami (aku dan juga para teman-teman seperjuangan ku selama kuliah) aku mengibaratkan mereka dengan "tukik" bukan tanpa alasan, tapi melainkan karena ada beberapa persamaan di antara kami dan para tukik, diantara nya adalah jika para tukik sebelum menjadi tukik dipertemukan dalam sebuah lubang yang hangat sebagai telur begitu juga kami di pertemukan dalam lubang yang hangat yaitu dunia perkuliahan dimana kami menjadi mahasiswa culun yang belum mengenal kejam nya dunia, jika para tukik selama menjadi telur  harus melewati berbagai rintangan seperti cuaca yang tak menentu, para predator yang mencoba memakan sang telur, dan berbagai faktor lain nya. begitu juga kami selama menjadi mahasiswa harus melewati berbagai jenis rintangan dari mulai dosen killer, skripsi macet, sampai godaan dari indahnya dunia luar sana (main, clubbing, wanita dll).
http://langkahpeziarah.blogspot.com/2011/04/belajar-dari-hewan-penyu-sang-pemberani.html

jika faktor-faktor penyebab kegagalan sang telur untuk menetas telah di lewati maka  sang telur  akan menjadi tukik, tetapi menjadi tukik bukanlah sebuah kebahagian yang hakiki ada banyak rintangan yang harus mereka hadapi diluar sana untuk menjadi seekor penyu , mereka harus mengarungi kejam nya lautan diluar sana, dan juga menghadapi ganasnya para predator di luar sana. begitu juga kami jika berbagai halangan untuk mencapai gelar sarjana telah kami lewati, maka itu pertanda bahwa kami telah siap untuk menghadapi kejam nya dunia kerja dan ganas nya persaingan dalam mencari pekerjaan karena menjadi sarjana bukanlah kebahagiaan yang abadi itu hanyalah fatamorgana ditengah  panas nya gurun, karena masih banyak tantangan lain menunggu kita di luar sana.

 http://maslimpedia.blogspot.com/2013/03/pelepasan-51-ekor-tukik-di-pantai-panga.html

perlahan tetapi pasti para tukik keluar dari dalam hangat nya pasir menuju dunia yang sebenarnya, ada beberapa dari mereka yang masih berada di dalam pasir bukan karena mereka tak mau untuk melihat dunia tetapi karena mereka belum siap untuk menghadapi kejam nya dunia. selangkah demi selangkah para tukik pun mulai menuju lautan yang kejam, dimana mereka harus menghadapi cuaca yang tak menentu dan juga ganasnya sang predator, tetapi itu semua tak menciutkan tekat mereka untuk mengarungi lautan sembari ber evolusi menjadi penyu dan suatu saat sang penyu akan kembali lagi ke daratan bukan sebagai tukik kecil yang ringkih lagi melainkan sebagi penyu besar yang gagah, mereka kembali bukan untuk menyombongkan betapa besarnya tempurung mereka, melainkinkan untuk bertelur sembari mengenang kisah pilu mereka selammenjadi tukik.

begitu juga dengan kami, suatu saat nanti jika kami telah berhasil menghadapi dunia yang kejam ini. kuharap kita dapat berjumpa kembali bukan untuk menyombongkan berapa besar gaji kita dan seberapa tinggi jabatan kita, tetapi untuk berbagi ilmu dan kisah selama kita berpisah, sembari mengenang masa-masa indah dimana kita bersama.