Hari ini seperti hari-hari biasanya sehabis shalat subuh gw langsung mantengin tv, bukan untuk ngeliat gosip atau acara musik (emang belum maen jam segitu ), tapi untuk ngeliat acara berita. Maklum sebagai mahasiswa tingkat atas yang sekaligus aktivis gw harus peduli ama perkembangan negri ini *syak karepmu jur -_-
Di hari ini ada satu berita yang sangat menarik hati gw, yaitu berita tentang salah satu pasien yang meninggal karena "ditolak" oleh salah satu rumah sakit, yang gw heran kenapa berita ini terlalu sering ya??, apa sebodoh dan se gak mau ruginya tu rumah sakit??.
Tapi tiba-tiba gw ingat status salah satu temen anak kedokteran yang sekaligus mantan gebetan gw waktu sma beberapa hari yang lalu (ok gw tau yg terakhir informasi gak pentin :| ), jadi statusnya kurang lebih seperti ini "merujuk beda dengan menolak,jadi tolong hati-hati dalam penggunaan istilah".
Gw setuju dengan setatus mantan gebetan gw. mungkin media sebegitu susahnya dalam mencari berita , sehingga harus memberi "istilah-istilah" yang dapat membumbui sebuah berita. Mungkin rumah sakit memberi rujukan ke pasien karena kurang nya infrastruktur seperti alat canggih dan ruangan, atau kurang nya dokter ahli dirumah sakit tersebut, bukan karena rumah sakit gak mau rugi dan memilih untuk "menolak" sang pasien ( kodok kali pakek sang, ok sip garing :| ).
Dan terkadang juga terdapat berita bahwa seolah-olah seorang pasien dipersulit oleh rumah sakit, dipersulit disini adalah dipersulit dalam hal pelengkapan dokumen. Dan terkadang gw juga bingung, apakah itu bener-bener dipersulit atau tidak?,apa mentang-mentang mereka pakek askes dll jadi dipersulit?, atau memang mereka sudah tau kalo saat menggunakan askes,kartu jakarta sehat,asuransi dll terdapat syarat-syarat dokumen, namun karena mereka panik, jadi mereka lupa akan syarat-syarat itu? Ah tak taulah....
Jadi inti dari kuliah subuh ini adalah kita harus mempersiapkan hal-hal terburuk dalam hidup kita, dan bagi media berhati-hatilah dalam pemilihan istilah selain dalam penggunaan istilah sebaiknya para media mencari narasumber yang kompeten dalam wawancara sehingga mendapat kan berita yang jelas dan bukan malah memperkeruh suasana.... (kenapa tulisan gw jadi antiklimaks gini ya?,efek ngantuk kali ya? -_- , tidur aja lah)