Seperti pada tulisan saya sebelum nya "PESTA YANG DITUNGGU PUN TIBA" Bahwa di tahun ini negara kita tercinta Indonesia sedang mengadakan pesta demokrasi, tapi pesta demokrasi tahun ini terasa berbeda, bukan karena semakin sedikit parpol dibanding dengan lima tahun yang lalu tapi ditahun ini banyak sekali para parpol yang menggunakan jasa "jari-jemari bayaran" atau biasa kita sebut buzzer. Tak bisa di pungkiri bahwa di tahun ini, para pemuda dan dan orang tua tak lepas dari media sosial, dimana itu menjadi sasaran empuk bagi para parpol untuk mengiklankan diri mereka, tapi iklan disini bukan iklan yang terang-terangan mengatas namakan parpol tersebut melainkan mengatas namakan seseorang atau kelompok, yang bertugas seolah-olah parpol, caleg atau tokoh yang mereka iklankan memiliki kinerja yang baik dan pantas untuk dipilih, sehingga opini masyarakat secara tidak langsung tergiring dan percaya bahwa parpol, caleg atau tokoh tersebut memang pantas untuk di pilih.
http://segitiga.net/wp-content/uploads/2013/04/keyboard-typing.jpg
sebelum kita bahas lebih lanjut, sebaiknya kita mengetahui apa itu buzzer?. buzzer identik dengan twitter, dimana mereka bertugas sebagai "pengiklan" bisa untuk mengiklan kan produk, acara tv, tokoh masyarakat, sampai parpol. cara mengiklankan mereka juga cukup unik, mereka seolah-olah menjadi orang biasa yang memberikan fakta-fakta bahwa yang mereka iklankan memang bagus, sehingga seperti yang saya tulis tadi "opini masyarakat secara tidak langsung tergiring untuk meng amini apa kata si buzzer", tentu saja untuk "mengiklankan" itu tak gratis ada bayaran untuk stiap tweet/tulisan yang mereka keluarkan. Untuk menjadi seorang buzzer bukan tanpa syarat mereka harus memiliki salah satu syarat, di antaranya adalah anda harus memunyai followers yang banyak. sehingga apa yang anda kicaukan di media sosial tidak sia-sia, anda juga harus mengerti seluk beluk produk yang akan anda iklankan (terutama keunggulan nya) jangan sampai andan mengiklankan apa yang anda tidak tau. Selain buzzer di media sosial, sekarang juga marak blogger yang sengaja di bayar untuk menulis semua fakta bagus tentang seseorang atau tokoh, atau juga fakta-fakta jelek tentang "lawan" sehingga sekali lagi merka menggiring opini kita. salah satu tokoh yang mengiyakan bahwan beliau menggunakan buzzer adalah bapak gita wiryawan Nih linknya.
Di pemilu tahun ini saya sedikit jengkel dengan beberapa orang media sosial dimana para "selebtwit" yang mendadak menjadi buzzer, mereka yang dahulu tidak pernah berbicara politik kini latah berbicara politik, tak hanya itu saja mereka juga mengusung salah satu nama parpol/calon presiden. yang mereka ekspose hanya sisi positifnya sehingga kita lupa bahwa parpol/calon presiden itu juga memiliki sisi negatif yang mereka tutupi dengan tweet-tweet busuk. bahkan untuk memperlancar "pengiklanan" mereka tak canggung untuk mengungkap fakta-fakta negatif yang belum tentu kebenaran nya dari pihak lawan.
seperti yang saya katakan pada tulisan "PESTA YANG DITUNGGU PUN TIBA" bahwa tugas terberat dalam pemilu ini bukan berada di KPU, caleg, parpol, atau Capres. melainkan di kita sendiri sang "juru coblos", dimana kita di tuntut harus lebih cerdas dalam memilih jangan sampai kita memilih kucing dalam karung, katak dalam tempurung, gunting dalam lipatan, cabe dalam tahu* kok malah jadi mirip si olga -___-
Intinya jadilah pemilih yang cerdas, jangan hanya dengan satu artikel atau dengan beberapa tweet dari para "selebtweet" idola mu jadi opinimu tergiring dan mengabaikan fakta-fakta lain nya, carilah info baik dan buruk nya calon presiden atau parpol yang akan kamu pilih mana yang dapat mewakili dirimu, setelah kamu benar-benar mantap pada saat nya coblos lah mereka dengan yakin dan mantap.
"Ini bukan sekedar pemilu, tapi ini tentang harapan rakyat Indonesia lima tahun kedepan, jangan sampai lima tahun kedepan kita semakin terjebak dalam jurang kegelapan"
http://assets.kompasiana.com/statics/files/2014/02/13932844702096129309.jpg
Ini ada tambahan info tentang hasil buzzer para parpol ditahun 2013 NYOH

