Selasa, 23 Juli 2013

Atas nama "AGAMA"?

Seperti biasa pada bulan-bulan ramadhan pasti selalu ada ormas yang mengatas namakan agama untuk melakukan sweping pada warung-warung makan, tempat-tempat perjudian dan  maksiat yang buka di bulan ramadhan.
Tapi dibulan ramadhan ditahun 2013 ini sedikit berbeda, baru-baru ini ada sebuah kejadian  bahwa ormas yang mengatas amakan suatu agama itu melakukan sweping di daerah sukorejo (kendal) dan  harus ber akhir dengan bentrok dengan warga, bukan karena warga tidak setuju  dengan adanya sweping tersebut, tapi karena ormas tersebut menabrak (menyeret) ibu-ibu berkendara motor dengan mobil nya, dan mereka pun tidak berhenti, tetapi mereka malah kabur. sebelumnya  disuatu acara disalah satu setasiun TV swasta juru bicara ormas tersebut menyiram salah nara sumber lain dengan teh manis.bukan jadi rahasia publik lagi, bahwa salah satu oramas yang mengatas namakan agama itu memiliki trek rekor yang buruk.



sedikit menyikapi atas hal-hal diatas, bahwa di dalam pancasila, sila pertama menjelaskan bahwa negara kita adalah negara yang memiliki tuhan, dimana di perjelas dalam ketetapan MPR no. II/MPR/1987. dimana isi dari salah satu poin tersebut adalah:
A. SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA
  1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
  3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
  4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
dalam ketetapan MPR tersebut (poin A nomer 1) jelas  diungkapkan bahwa agama yang diakui dalam negara kita tidak hanya satu,  jadi janganlah memperlakukan  negara ini dengan hukum-hukum salah satu agama. ingat negara kita mengakui 6 agama, jika kita menjalankan hukum salah satu agama, bagai mana nasib masyarakat yang ber agama lain?.

menurut hemat saya niat dari salah satu ormas tersebut sangat baik, yaitu untuk mencegah hal-hal yang melanggar hukum dan norma-norma, apa lagi ini adalah  bulan ramadhan, bulan yang baik untuk salah satu umat beragama, tetapi memerangi hal-hal yang melanggar hukum dengan cara melanggar hukum bukan lah hal yang bijak. selama kelembutan bisa dilakukan kenapa kita harus melakukan  dengan cara-cara yang justru akan menodai citra mereka, apalagi mereka mengatas namakan suatu agama. seekor anjing saja bisa petuh terhadap tuan nya, jika ia diperlakukan dan di latih dengan baik, apalagi manusia yang disebut-sebut sebagai mahluk sempurna. saya jadi teringat salah satu perkataan teman saya, yang mengatakan "aku memang tidak tahu banyak soal agama, ibadah saja masih bolong-bolong, tapi yang terpenting aku tau pakem nya hidup". pakem nya hidup ??, setelah kami berdiskusi panjang lebar akhirnya saya tahu bahwa yang teman saya sebut sebagai pakem nya hidup adalah tidak merugikan orang lain dan mengetahui mana yang dosa dan mana yang tidak. jadi kalu kita sudah tahu pakem hidup maka kita tidak akan merugikan diri sendiri dan orang lain, setelah kita tidak merugikan diri sendiri dan orang lain barulah kita bisa memberikan manfaat ke orang lain dan lingkungan.

saya memang tidak tahu banyak soal ilmu agama, saya juga masih melakukan dosa. oleh karena itu saya juga tak perlu berpura-pura menjadi orang suci yang seakan-akan tahu banyak akan agama. karena itu semua hanya akan terlihat manis dan indah di hadapan para manusia. toh dengan berpura-pura suci dosa kita juga tidak otomatis lenyap begitu saja hehehehe

setahu saya di agama manapun mengajarkan  perdamaian dan saling toleransi, jadi yang marah-marah, merusak, dan bertidak tidak etis. masihkah kalian  mengatas namakan agama?? 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar